PENGARUH VARIASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) TERHADAP KEMATIAN LARVA Culex quinquefasciatus TAHUN 2016

Krisnadi, Fikri Esa (2016) PENGARUH VARIASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) TERHADAP KEMATIAN LARVA Culex quinquefasciatus TAHUN 2016. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Surabaya.

[thumbnail of Artikel.pdf] Text
Artikel.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (567kB)

Abstract

Penyakit Filariasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengendalian vektor dengan menggunakan insektisida kimia banyak menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Penggunaan insektisida hayati dari ekstrak daun sirsak merupakan alternatif lain untuk pengendalian larva Culex quinquefasciatus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun sirsak terhadap kematian larva Culex quinquefasciatus. Metode penelitian ini adalah pra eksprimen dengan memberikan variasi konsentrasi ekstrak daun sirsak, yaitu konsentrasi 0.8%, 1.0%, 1.2% dan 1.4% pada masing- maing media percobaan yang berisi 25 ekor larva Culex quinquefasciatus instar III. Setelah waktu kontak 24 jam dihitung jumlah larva yang mati dan Replikasi penelitian dilakukan lima kali. Dari hasil penelitian diketahui jumlah larva Culex quinquefasciatus yang mati pada konsentrasi 0.8% adalah 49%, konsentrasi 1.0% adalah 55%, konsentrasi 1.2% adalah 66%, konsentrasi 1.4% adalah 85%. Hasil uji statistis dengan Anova One Way diproleh perbedaan yang bermakna antara variasi konsentrasi ekstrak daun sirsak terhadap kematian larva Culex quinquefasciatus pada nilai F hitung sebesar 72,296 dengan nilai signifikasi 0,000. Hasil pada konsentrasi konsentrasi 0.8%, 1.0%, 1.2% dan 1.4% menunjukkan ada kematian larva Culex quinquefasciatus meskipun belum mencapai 100% kematian selama ujicoba 24 jam. Sedangkan dari hasil uji Least Significant Differences didapatkan bahwa antara masing-masing variasi konsentrasi ekstrak daun sirsak terdapat perbedaan yang signifikan pada konsentrasi 0.8% dan 1.0% dengan konsentrasi 1.2%, 1 dan 1.4%. Dari hasil dapat di simpulkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat membunuh larva Culex quinquefasciatus pada variasi konsentrasi yang diteliti, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pemberantasan vektor Filariasis terutama untuk membunuh larva Culex quinquefasciatus. Untuk penelitian lanjut perlu dilakukan penelitian dengan variabel lain yang berbeda pada peneliatian ini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
Contribution
Contributor
NIDN/NIDK
UNSPECIFIED
Pinardi, Tuhu
nidn4012065901
UNSPECIFIED
Nurweni, Susi
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Supriyono, V.
UNSPECIFIED
Additional Information: 616.9 Fik p
Uncontrolled Keywords: Variasi, Culex quinquefasciatus, Daun sirsak, Ekstrak
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental > Environmental Engineering > Environmental Health
Divisions: Poltekkes Kemenkes Surabaya > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Sanitasi Surabaya
Depositing User: Misnawar
Date Deposited: 31 May 2022 04:11
Last Modified: 31 May 2022 04:11
URI: http://repo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/id/eprint/5119

Actions (login required)

View Item View Item