HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENDO KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2015

DEWI, VEBRINA ARSANTHI TUNGGA (2017) HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENDO KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2015. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Surabaya.

[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (192kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (244kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (254kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (153kB)
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (88kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (89kB)

Abstract

Terjadinya sumber penularan penyakit dipengaruhi karena faktor kondisi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan seperti lantai, ventilasi, kelembaban, suhu, pencahayaan dan kepadatan hunian.Salah satu penyakit erat kaitannya dengan sanitasi perumahan yang tidak sehat adalah TB.Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian penyakit TB. Jenis penelitian adalah survei analitik pendekatan case control.Pengumpulan data dengan observasi, pengukuran, dan wawancara.Jumlah objek penelitian yaitu 62 rumah terdiri dari 31 rumah penderita TB dan 31 rumah sebagai kontrol.Data yang diperoleh dianalisis secara analitik menggunakan Uji Chi-square dan Oods ratio. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square kondisi fisik rumah yang mempunyai hubungan dengan kejadian penyakit TB adalah kelembaban dan pencahayaan.Untuk uji oods ratio pencahayaan mempunyai resiko paling besar dibandingkan dengan variabel lainnya (lantai, ventilasi, kelembaban, suhu dan kepadatan hunian).Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat 17-18 kali lipat lebih beresiko menderita TB dibandingkan dengan pencahayaan yang memenuhi syarat. Kesimpulan penelitian ini hanya 2 variabel (kelembaban, pencahayaan) terdapat hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian penyakit Tuberkulosis Paru. Disarankan melaksanakan penyuluhan rumah sehat, melakukan pendataan rumah sehat pasien TB, melaksanakan etika batuk yang baik dan benar, minum obat secara teratur, dan bagi peneliti lain ditambahkan perilaku penderita TB.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
Contribution
Contributor
NIDN/NIDK
UNSPECIFIED
THOHARI, IMAM
nidn4018126201
Additional Information: 690 Dew h
Uncontrolled Keywords: Kondisi fisik rumah Penyakit tuberkulosis paru
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental > Environmental Engineering > Environmental Health
Divisions: Poltekkes Kemenkes Surabaya > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Sanitasi Surabaya
Depositing User: Misnawar
Date Deposited: 25 May 2022 03:38
Last Modified: 25 May 2022 03:38
URI: http://repo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/id/eprint/5031

Actions (login required)

View Item View Item