Deteksi dan karakterisasi gen toksin sindrom syok toksik (TSST-1) staphylococcus aureus pada isolat penderita infeksi saluran kencing

Anggraini, Anita Dwi and Yunita, Era Fitria (2023) Deteksi dan karakterisasi gen toksin sindrom syok toksik (TSST-1) staphylococcus aureus pada isolat penderita infeksi saluran kencing. Project Report. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.

[thumbnail of 01. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Halaman Proteksi.pdf] Text
01. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Halaman Proteksi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (26kB)
[thumbnail of 04. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Abstrak.pdf] Text
04. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Abstrak.pdf

Download (4kB)
[thumbnail of 05. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Hasil Pelaksanaan Penelitian.pdf] Text
05. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Hasil Pelaksanaan Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (518kB)
[thumbnail of 06. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Status Luaran.pdf] Text
06. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Status Luaran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (773kB)
[thumbnail of 07. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Daftar Pustaka.pdf] Text
07. LaporanAkhir Anita Dwi Anggraini S.S.T,M.Si - Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19kB)

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Salah satu racun yang dihasilkan oleh S. aureus adalah Toxin Shock Syndrome Toxin-1 (TSST-1) yang dapat menyebabkan kelainan multi organ. Kelainan ini ditandai dengan timbulnya demam, hipotensi, gangguan pada organ pencernaan, sel endotel, dan otot pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan gen TSST-1 yang mengkode isolat S. aureus pada isolat pasien infeksi saluran kemih. Penelitian ini diawali dengan tahap reidentifikasi S. aureus secara konvensional, dilanjutkan dengan identifikasi berbasis molekuler menggunakan metode PCR. Sebanyak 25 isolat S. aureus dikultur secara aerobik, dilanjutkan dengan uji pewarnaan Gram, katalase, koagulase, MSA, MR, Indole dan VP. Identifikasi S. aureus secara molekuler dilakukan dengan mengamplifikasi gen 16S rRNA, dilanjutkan dengan mengamplifikasi gen pengkode TSST-1 sebagai gen target. Produk PCR dari gen yang mengkode TSST-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi ulang S. aureus secara konvensional menghasilkan visibilitas 100% terhadap posisi S. aureus. Identifikasi berbasis molekuler dengan mengamplifikasi gen 16S rRNA memberikan hasil yang baik, dengan ditemukannya fragmen DNA berukuran 745 bp, sesuai gen target sebanyak 2 isolat (8%).

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: S.aureus ; TSST-1 ; infeksi saluran kemih
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Surabaya > Pusat Penelitan dan Pengabdian Masyarakat > Penelitian
Depositing User: Misnawar
Date Deposited: 06 Mar 2025 02:14
Last Modified: 06 Mar 2025 02:14
URI: http://repo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/id/eprint/10176

Actions (login required)

View Item View Item